Kehadiran kelompok ini memicu kemarahan dari sebagian kecil anggota Partai Proteksionis Australia (APP) yang berteriak anti Islam. Mereka melakukan protes di luar gedung dan mengungkapkan kebutuhan mereka untuk “melindungi” cara hidup penduduk Australia. Polis berjaga-jaga untuk memisahkan kedua kelompok yang memiliki ide bertolak belakang ini.
Konflik antara APP dan HT pada seputar pertukaran kata-kata, teriakan anti-Islam dan kadang-kadang menyetir pemuda Muslim laki-laki berteriak dari mobil mereka kepada para demonstran APP. Para pembenci Islam berkumpul di sebuah taman sembari meneriakkan yel-yel, “Hey, hey, ho, ho, Islam harus pergi”, dan “Tidak hukum syariah”.
Sementara hampir seribuan kaum Muslim berkumpul di dalam gedung untuk membicarakan “Perjuangan Islam di Barat”.
Salah seorang pemuda Muslim berteriak pada kelompok APP dari mobilnya, “Anda sama sekali orang yang tidak punya ide”.
Nick Folkes, organiser dari APP, berpendapat bahwa HT harus dilarang di Australia dan ia mengatakan bahwa penerapan hukum syariah harus ilegal di Australia. “Hukum syariah adalah sistem kuno yang memperlakukan wanita sebagai warga kelas dua,” katanya, tanpa rasa malu atas ketidaktahuannya terhadap kemuliaan Islam.
“Kami tidak meminta mereka mengubah warna kulit atau agama, tapi jika mereka datang ke sini, mereka harus menolah hukum syariah.”
Sarah Ismail, seorang pekerja 26 tahun dari Serikat Muslim Australia di Lakemba, sebelah barat Sydney, berkata bahwa dia datang pada konferensi tersebut untuk menunjukkan dukungan bagi wanita Muslim untuk mengenakan jilbab di depan umum.
“Saya ingin orang tahu bahwa kita tidak dipaksa untuk menutupi, melainkan benar-benar pilihan kita,” katanya.
Sarah mengatakan dia telah melihat munculnya rasisme di Australia terhadap Muslim, dan mengatakan bahwa orang-orang yang melakukan protes terhadap cara hidup Muslim benar-benar tidak memahami Islam.
Demikianlah, dakwah Hizbut Tahrir yang tak kenal menyerah terus digelorakan termasuk di negeri Barat. Akhirnya, Islam dan Khilafah pun menjadi perbincangan dan diskusi di beberapa kalangan. Ini seperti terjadi di era awal datangnya Islam, Islam dan Nabi Muhammad Saw. menjadi perbincangan di kalangan kaum Quraisy, hingga akhirnya pengikut Muhammad Saw. terus bertambah. Hal itu terus terjadi hingg Allah memenangkan urusan ini, dan pada saat itulah berbondong-bondong manusia masuk ke dalam Islam. Insya Allah, hal serupa akan terjadi. Allahu Akbar!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar