Senin, 09 Agustus 2010

1000 Muslim Australia Hadiri Konferensi Khilafah di Sydney: Campakkan Demokrasi, Perjuangkan Islam!



Para pemimpin kelompok Islamis global Hizbut Tahrir menyerukan agar Muslim Australia menghinakan demokrasi sekuler dan gagasan Islam moderat Barat. Mereka juga menyerukan kaum Muslim di benua itu untuk bergabung dalam perjuangan penegakkan Khilafah. Demikian seperti dikabarkan oleh beberapa media usai pelaksanaan Konferensi Khilafah di Sydney, Australia, Ahad (04/07). Sekitar 1000 orang ikut serta dalam konferensi ini, terbilang besar bagi kaum Muslim di sebuah negeri di Barat.
Menurut panitia, jumlah peserta konferensi berlipat ganda dari konferensi tahun 2007, sehingga tidak ada sedikitpun area kosong di sebalah kiri dan kanan ruangan. Orang tua, para pemuda, laki-laki dan perempuan, tidak ketinggalan juga anak-anak kecil ikut meramaikan Konferensi besar bagi kaum Muslim tersebut.
Beberapa media meliput kegiatan ini. News Online Australia berita konferensi ini menjadi Headline di halaman websitenya dengan tulisan “Islamic group’s call to Muslim sparks protest ‘Shun Democracy’”. HeraldSun menulis judul “Aussie Muslims told to ’shun democracy’”, The Australian mengangkat judul “Police on guard as anti Islamists stage protest”.
Campakkan Demokrasi, Taati Islam!
“Kita harus menaati Islam dan Islam sendiri,” kata Hanif di hadapan sekitar 1000 peserta konvensi di Lidcombe, Ausie.
“Kita tidak boleh tertipu atau jatuh ke dalam cerita gagal dan cacat yang satu-satunya cara untuk terlibat  secara politik melalui proses demokrasi sekuler. Hal itu dilarang dan haram.”
Dia mengatakan bahwa demokrasi sangat tidak sesuai dengan Islam karena Al-Quran menegaskan Allah Swt. satu-satunya pembuat undang-undang, dan keterlibatan politik kaum Muslim tidak boleh didasarkan pada “konsep sekuler dan salah seperti demokrasi dan kebebasan”.
Pandangannya bergema lagi oleh petinggi HT Australia, Wassim Dourehi, yang mengatakan pada Konferensi agar Muslim tidak harus mendukung “setiap partai politik kafir apa pun”, karena manusia tidak berhak untuk membuat undang-undang.
Dourehi juga mendesak umat Islam untuk  menghinakan konsep Islam moderat yang dipromosikan oleh pemerintah di Barat, termasuk “negeri terkutuk ini” Australia.
“Kita harus menolak versi baru sekuler tentang Islam ini,” katanya. “Ini adalah ramuan menyimpang dari pemerintah Barat.”
“Ini adalah penyimpangan yang berusaha menghapus aspek politik Islam dan pelokalan keprihatinan kami. Kita harus menolaknya dan menantang para pendukung penyimpangan Islam ini.”
Konferensi Khilafah yang mengangkat tema “Perjuangan untuk Islam di Barat” ini merupakan kegiatan besar pertama yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir cabang Australia sejak seminar tahun 2007 yang bertepatan dengan seruan pelarangan atas kelompok ini.
HT menolak penggunaan kekerasan dalam pencapaian tujuannya. Gerakan ini beroperasi secara legal di lebih dari 40 negara serta berkampanye untuk menerapkan Islam dan mendirikan negara Khilafah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar