Minggu, 15 Agustus 2010

Untitled But More Than Words

Lantunan adzan subuh yang begitu merdunya, menyadarkan ku dari lelap tidurku. Dengan langkah yang gontai ku seret kakiku menuju tempat wudhu yang letaknya hanya beberapa langkah dari kamar tidurku, disana tampak ibuku yang sedang mempersiapkan diri untuk mengambil air  wudhu dari sebuah kuali yang terbuat dari tanah liat. Ya, ma’lum subuh itu air PAM tidak mengalir setetespun dari keran tempat kami biasa berwudhu. Silih berganti kami mengambil air wudhu lalu melaksanakan shalat subuh berjamaah. Usai shalat ku langkahkan kakiku menuju ruang tamu, samar-samar terdengar suara segerombol anak muda yang sedang bersenda gurau. Ku bawa mataku menuju jendela kaca yang masih basah oleh tetes air hujan semalam. Terlihat lah beberapa sosok pemuda dengan busana yang tidak biasa, kata “PUNK” tiba-tiba terlintas di fikir ku. Punk adalah komunitas pemuda yang menyebut dirinya adalah makhluk bebas, dengan pakaian ala rocker, dengan muka yang penuh dengan kawat-kawat yang menembus kulit, yah aku pun sempat geli melihatnya. Tiba-tiba mataku tertuju pada salah seorang pemuda dengan badan kurus dan  tinggi sekitar 175 cm. yang sedari tadi terus menghisap batang rokok. Perlahan kuamati parasnya yang sepertinya akrab di benakku. Ternyata benar sosok itu adalah sahabat kecilku, teman bermainku. Sebut saja dia si fulan, aku pun sempat kaget dengan penampilan barunya. Yah, bagaimana tidak dahulu dia adalah teman yang selalu mengajakku untuk shalat berjamaah di masjid dan dia adalah teman yang pertama kali mengajakku berpuasa. sejenak lamun ku dibawa angin subuh itu kembali kebeberapa  tahun lalu, saat itu si fulan hidup bahagia bersama kedua orang tuanya di sebuah lingkungan keluarga yang sangat islami, namun petaka muncul ketika ibu si fulan wafat. Sejak ibunya wafat tak sedikitpun kulihat senyumnya, yang dulu terasa sangat hangat. Yang tinggal hanya wajah murung penuh kesedihan. Di tambah lagi ayahnya yang menjadi pemanbuk berat sepeninggal ibunya, tak jarang fulan menjadi sasaran amarah ayahnya yang sedang mabuk. Sejak saat itu tak sedetikpun kujumpai  si fulan. Tiba-tiba muncul sebuah argument di benakku, bahwa itulah penyebab perubahan perilaku fulan. Di tambah lagi lingkungan yang tidak islami, karena sepeninggal ibunya fulan bersama ayahnya pindah kesebuah kompleks yang mana kompleks tersebut terkenal, dengan tempat tinggalnya para preman, kompleks tersebut juga merupakan sentra penjualan minuman keras dan perjudian. Sejenak kuingat kata-kata guruku,”sulit untuk berpolasikap dan brpolafikir islami di dalam sebuah lingkungan yang tidak islami”. Di tambah lagi di era kapitalisme seperti saat ini, dengan doktrin-doktrin sekulerismenya(pemisahan agama dari kehidupan), yang merupakan qiyadah fikriahnya (kapitalisme). Yang akhir-akhir ini terasa semakin kental ditengah-tengah masyarakat kita. Namun tak sedikit dari kita yang tidak menyadarinya. Kemerdekaan yang selama ini di peroleh Indonesia negri kita yang tercinta ini,  sungguh hanyalah kata-kata yang tertulis diatas kertas tanpa ada sebuah wujud nyata dari kata merdeka tersebut. Sehingga selama ini kita di nina bobokan oleh kekayaan alam Indonesia yang melimpah, yang sesungguhnya hanya secuil dapat di nikmati oleh Indonesia. Betapa tidak sedikit demi sedikit di keruk oleh asing untuk keperluan dalam negrinya. Dengan dalih kerja sama dan atas  nama hubungan internasional, kita terus di perbudak oleh asing. Bayangkan saja tambang emas Grasberg di timika,papua. Yang saat ini di kelola oleh PT. FREEPORT Indonesia, mungkin tidak lebih dari 5 % yang dapat dinikmati oleh Indonesia, belum lagi blok cepu di jawa tengah yang sebentar lagi mungkin bukan milik Indonesia lagi. Inilah buah system kapitalisme yang selama ini menjerat undan-undang di Negara kita. Inilah saatnya umat sadar bahwa system kapitalisme yang selama ini di anutnya tidak membawa kemaslahatan sedikitpun, saatnya kita luruskan system pemerintahan dengan syariat islam, yang sudah membuktikan keampuhannya selama 13 abad. Jalan satu-satunya untuk penegakan syariat islam adalah penegakan konstitusi khilafah, yaitu kepemimpinan umum bagi kaum muslim di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syariat dan mengemban risalah islam keseluruh dunia. KALAU BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI, KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI.   Allohuakbar!!!!!!!!!